Home

Kamis, 10 Oktober 2019

File Sistem Hirarki pada Linux



Struktur Hirarki File System Linux Sesuai Standar FHS. Filesystem Hierarchy Standard (FHS) adalah seperangkat petunjuk untuk penempatan file dan direktori dibawah sistem operasi yang mirip UNIX. Tujuannya agar dapat mendukung interopabilitas aplikasi, program administrasi sistem, program pengembangan, skrip dan dapat menyatukan dokumentasi dari sistem ini.

Untuk pengorganisasian file dan direktori, diatur dalam bentuk hirarki. Hirarki ini mengikuti standar yang sudah dibuat dengan tujuan kompatibilitas antar distro. Hirarki standar tersebut adalah FHS (Filesystem Hierarchy Standard) dan LSB (Linux Standard Base).

Pada saat distro Linux di install ke komputer anda. Anda akan menemukan direktori-direktori yang secara default dibuat oleh Linux. Direktori tersebut dibuat berdasarkan Filesystem Hierarchy Standard (FHS).






Berikut beberapa definisi direktori menurut standar FHS :

/ ( Root folder ) : menduduki posisi puncak di dalam hirarki, direktori ini dilambangkan dengan tanda slash ( / ) atau biasa disebut garis miring. Direktori ini membawahi semua direktori penting lainnya. Sehingga penulisan direktori lainnya selalu menggunakan tanda / di depannya, yang menunjukkan kalau direktori tersebut dibawah root.

/bin : Direktori ini berisi perintah dasar yang dibutuhkan oleh system maupun user. Sebagian perintah dasar yang bisa anda jalankan disimpan dalam direktori ini.

/boot : berisi program dan data yang dibutuhkan pada saat melakukan proses booting (menjalankan) system.

/dev : direktori tempat file device

/etc : berisi file konfigurasi system
/home : direktori tempat menyimpan data user. Setiap user yang terdaftar secara otomatis akan dibuatkan direktori /home.

/lib : berisi file-file library dari aplikasi yang ada di system. Kadangkala satu file library digunakan oleh beberapa aplikasi secara bersama-sama.

/media : saat anda memasang flash disk ke komputer anda, anda bisa menemukan direktori flash disk di /media, karena direktori ini akan berisi media yang bisa dibongkar pasang di komputer anda. Seperti cdrom, flopy disk, flash disk, hardisk eksternal dsb.

/mnt : direktori tempat pengaitan sistem sementara

/opt : berisi paket aplikasi tambahan yang kita install ke dalam system.

/proc : filesystem untuk menjalankan proses

/root : direktori untuk user root

/sbin : berisi program biner yang dibutuhkan untuk menjalankan dan memperbaiki system. Biasanya aplikasi yang ada hanya bisa dijalankan oleh administrator atau root.
/temp : direktori tempat menyimpan file temporeri

/usr : berisi program-program yang bisa di akses oleh user, program source code. Di dalam direktori ini ada subdirektori /usr/bin dan /usr/sbin yang menyimpan aplikasi executable yang fungsinya sama dengan filefile di direktori /bin dan /sbin.

/var : untuk menyimpan informasi proses, seperti system history, access logs, dan error logs.
Dengan adanya standar FHS ini, pengguna dan pengembang memiliki pedoman direktori standar apa yang dibutuhkan untuk meracik sebuah distribusi Linux yang operasional. Juga file dan pustaka, masing-masing letaknya dimana, dipandu oleh standar ini.

File Sistem pada Linux


Sistem File Linux

Sistem operasi Linux mendukung banyak File System yang berbeda, tapi pilihan yang umum digunakan adalah keluarga Ext* (Ext2, Ext3 dan Ext4) dan ReiserFS. Berikut sistem file yang umumnya digunakan pada sistem operasi Linux:

1. Ext2 (2nd Extended)

Ext2 merupakan jenis sistem file Linux paling tua yang masih ada. Sistem file ini pertama kali dikenalkan pada Januari 1993. File system ini ditulis oleh Rémy Card, Theodore T. dan Stephen Tweedie. File system ini merupakan penulisan ulang besar-besaran dari Extended file system. Ext2 adalah sistem file yang paling ampuh di Linux dan menjadi dasar dari segala distribusi linux.

Pada sistem file Ext2, file data disimpan sebagai data blok. Data blok ini mempunyai panjang yang sama dan meskipun panjangnya bervariasi di antara sistem file Ext2, besar blok tersebut ditentukan pada saat sistem file dibuat dengan mk2fs. Jika besar blok adalah 1024 bytes, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 blok. Ini berarti kita membuang setengah blok per file.

Sistem file Ext2 menyimpan data secara hirarki standar yang banyak digunakan oleh sistem operasi. Data tersimpan di dalam file, file tersimpan di dalam direktori. Sebuah direktori bisa mencakup file dan direktori lagi di dalamnya yang disebut sub direktori.

Ext2 mendefinisikan topologi sistem file dengan memberikan arti bahwa setiap file pada sistem diasosiasiakan dengan struktur data inode. Sebuah inode menunjukkan blok mana dalam suatu file tentang hak akses setiap file, waktu modifikasi file, dan tipe file. Setiap file dalam sistem file Ext2 terdiri dari inode tunggal dan setiap inode mempunyai nomor identifikasi yang unik. Inode-inode file sistem disimpan dalam tabel inode. Direktori dalam sistem file Ext2 adalah file khusus yang mengandung pointer ke inode masing-masing isi direktori tersebut.


Struktur Sistem File Ext2


a. Inode dalam Ext2

Inode adalah kerangka dasar yang membangun Ext2. Inode dari setiap kumpulan blok disimpan dalam tabel inode bersama dengan peta bit yang menyebabkan sistem dapat mengetahui inode mana yang telah teralokasi dana inode mana yang belum. Inode juga dapat menunjuk pada device khusus dan dapat menangani program sehingga program dapat mengakses ke device. Semua file device di dalam drektori /dev dapat membantu program mengakses device.

b. Superblok dalam Ext2

Superblok mengandung informasi tentang ukuran dasar dan bentuk file sistem. Informasi di dalamnya memungkinkan file system manager untuk menggunakan dan merawat sistem file. Biasanya, hanya superblok di blok group 0 saat file sistem di-mount tetapi setiap blok grup mengandung duplikatnya untuk menjaga jika file sistem menjadi rusak. Informasi yang dikandung adalah:

Magic Number, meyakinkan software bahwa ini adalah superblok dari sistem file Ext2.

Revision Level, menunjukkan revisi mayor dan minor dari sistem file.

Mount Count dan Maximum Mount Count, menunjukkan pada sistem jika harus dilakukan pengecekan dan maksimum mount yang diijikan sebelum e2fsck dijalankan.

Blocks per Size, besar blok dalam file sistem, contohnya 1024 bytes.

Blocks per Group, banyaknya blok per grup.

Block Group Number, nomor blok grup yang mengadung copy dari superblok.

Free Blocks, banyaknya blok yang kosong dalam file sistem.

Free Inode, banyak inode kosong dalam file sistem.

First Inode, nomor inode dalam inode pertama dalam file sistem, inode pertama dalam Ext2 root file sistem adalah direktori "/".



2. Ext3 (3rd Extended)

Ext3 adalah peningkatan dari sistem file Ext2. Peningkatan ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:

Journaling,
dengan menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shutdown mendadak tidak akan selama pada Ext2. Namun ini menjadi kekurangan dari Ext3, karena dengan adanya fitur journaling, maka membutuhkan memori yang lebih dan memperlambat operasi I/O (Input/Output).

Integritas data,
Ext3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shut down. Ext3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.

Kecepatan,
daripada menulis data lebih dari sekali, Ext3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada Ext2 karena Ext3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.

Mudah dilakukan migrasi,
kita dapat berpindah dari sistem file Ext2 ke sistem file Ext3 tanpa melakukan format ulang.



3. Ext4 (4th Extended)

Ext4 merupakan peningkatan dari sistem file Ext3. Ext4 dirilis secara lengkap dan stabil mulai dari kernel 2.6.28. Keuntungan menggunakan Ext4 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit blok yang artinya dia akan mempunyai 1 EiB = 1.048.576 TB. Ukuran maksimum sistem file 16 TB.
/
4. JFS (Journalis File System)

JFS atau dikenal juga dengan nama IBM Journal File System merupakan sistem file pertama yang menawarkan journaling. JFS sudah bertahun-tahun digunakan dalam IBM AIX® OS sebelum digunakan ke GNU/Linux. JFS saat ini menggunakan sumber daya CPU paling sedikit dibandingkan sistem file GNU/Linux lainnya. JFS sangat cepat diformat, mounting dan fsck, serta memiliki kinerja sangat baik, terutama berkaitan dengan deadline I/O scheduler. Walaupun begitu, dukungan terhadap JFS tidak seluas sistem file Ext atau Reiser FS.

5. Reiser FS

Sistem file Reiser dibuat berdasarkan balance tree yang cepat dan unggul dalam hal kinerja, dengan algoritma yang lebih rumit. Sistem file Reiser juga memiliki jurnal yang cepat dan ciri-cirinya mirip sistem file Ext3. Sistem file Reiser lebih efisien dalam pemanfaatan ruang disk, dimana dapat menghemat disk sampai dengan 6 persen. Contohnya jika kita menulis file 100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blok sementara sistem file lain menempatkannya dalam 100 blok. Reiser file system tidak memiliki pengalokasian yang tetap untuk inode.

File Sistem pada Windows



1. FAT16 (File Allocation Table)

FAT16 dikenalkan oleh MS-DOS pada tahun 1981. Awalnya, Sistem ini di design untuk mengatur file di floopy drive dan mengalami beberapa kali perubahan sehingga digunakan untuk mengatur file di harddisk. FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536 buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4 Gigabyte saja. Ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi yang akan hendak diformat.

Kelebihan :

FAT16 adalah sebuah file system yang kompatibel hampir di semua Operating System baik itu Windows 95/98/me, OS/2 , Linux dan bahkan Unix.

Kekurangan :

FAT16 mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar Harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi. FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536 buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4 Gigabyte saja disamping itu ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi yang hendak diformat misalnya jika ukuran partisi kurang dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT12, dan jika ukuran partisi lebih besar dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT16.

2. FAT32 (File Allocation Table)

FAT32 mulai di kenal pada tahun 1976 dan digunakan pada sistem operasi Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lanjutan dari FAT16. Karena menggunakan tabel alokasi berkas yang besar (32-bit), FAT32 secara teoritis mampu mengalamati hingga 232 unit alokasi (4294967296 buah). Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 adalah 228 (268435456 buah).

Kelebihan :

FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16.

Kelemahan :

Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya sistem operasi yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa dikenal oleh hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows Xp karena Windows Xp tidak peduli file sistem apa yang di gunakan pada partisi. File system FAT32 juga tidak mampu menampung single file berukuran 4gb atau lebih. Tidak hanya itu, beberapa orang berpendapat bahwa filesistem FAT32 ini lebih mudah terfragmentasi dibanding NTFS, jika fragmentasi meningkat, tentu performa akan turun.

3. NTFS (New Technology File System)

NTFS di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang sangat berbeda di banding teknologi FAT. NTFS atau New Technology File System1, merupakan sebuah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft dalam keluarga sistem operasi Windows NT, yang terdiri dari Windows NT 3.x (NT 3.1, NT 3.50, NT 3.51), Windows NT 4.x (NT 4.0 dengan semua service pack), Windows NT 5.x (Windows 2000, Windows XP, dan Windows Server 2003), serta Windows NT 6.x (Windows Vista, Windows 7). NTFS bekerja berdasarkan prinsip BTree dan menggunakan Full Indexing. Karena itu pula fragmentation dapat ditekan seminimal mungkin. Kemudian, setiap file pada NTFS memiliki checksum, yang memungkinkan file tersebut diperbaiki secara sempurna bila suatu saat NTFS tersebut bermasalah.

Kelebihan :

NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik , kompresi file , cluster dan bahkan support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk Windows Xp dan apabila anda melakukan upgrade Windows biasa anda akan di tanyakan apakah ingin mengupgrade ke NTFS atau tetap menggunakan FAT. NTFS juga memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas. Fitur ini disebut dengan Alternate Data Stream.

Kelemahan :

Kekurangan NTFS yang sering dibicarakan adalah kompatibilitas terhadap software atau operating sistem lawas seperti win 9x dan ME. Sistem operasi lama milik microsoft ini tidak mampu membaca file system NTFS. Selain itu, beberapa orang menilai bahwa file system NTFS ini tidak universal, karena OS selain microsoft tidak mampu melakukan read-write pada partisi NTFS, namun hal ini sudah terselesaikan. Ada yang berpendapat bahwa partisi berfile sistem NTFS akan susah diperbaiki jika terjadi masalah, Saat ini file sistem NTFS sudah cukup populer, sehingga muncul tool-tool recovery yang mendukung recovery data dan perbaikan partisi berfile sistem NTFS

Rangkuman Manajemen File dan Direktori



Apa itu manajemen file? 
Pengertian Manajemen File adalah sebuah metode dan struktur data yang digunakan oleh sistem operasi pada komputer untuk mengatur dan mengorganisir file yang ada pada disk atau partisi disk.
Sedangkan file system adalah partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan berbagai file di dalam komputer dengan cara tertentu.
Pengertian manajemen file secara umum dapat juga diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan penyimpanan, penempatan, pengumpulan, pemeliharaan, distribusi surat-menyurat, perhitungan, catatan, penggrafikkan, klasifikasi, dan sejenisnya untuk kemudahan dalam berorganisasi atau berbisnis.
Manajemen file ini sangat penting bagi perusahaan karena sewaktu-waktu pasti dibutuhkan. Hal ini juga untuk memudahkan yang bersangkutan untuk menggunakannya.
Filing ini juga sering digunakan sebagai ingatan seorang operator komputer atau manajer dalam kegiatan bisnis di sebuah perusahaan.

Manfaat Manajemen File

Dari penjelasan pengertian manajemen file, kita bisa memahami beberapa manfaat dari manajemen file. Berikut ini adalah Manfaat Manajemen File:

1. Meminimalisir Resiko Kehilangan File

File di dalam komputer bisa saja tidak sengaja terhapus. Dalam banyak kasus, kejadian tidak sengaja menghapus file ini bisa sangat merugikan.

2. Memudahkan Pencarian File

Penyimpanan file dalam sistem operasi komputer bisa dilakukan dengan teratur, baik penamaan file maupun letak file. Hal ini akan memudahkan pencarian seseorang ketika akan menggunakan kembali file tersebut.

3. Mengetahui File yang tak Terpakai

Ada kalanya file yang disimpan sudah tidak diperlukan lagi. Untuk menghemat kapasitas penyimpanan maka kita bisa menghapus file yang tak terpakai dengan mudah.
Manajemen file yang baik dan terorganisir akan memberikan banyak manfaat bagi para pengguna komputer.

Fungsi Manajemen File

Dari penjelasan pengertian manajemen file, kita juga akan mengetahui beberapa Fungsi Manajemen File. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Memudahkan cara kerja atau mekanisme pemakaian file secara bersama
  • Kemudahan dalam membuat, mengedit, dan menghapus file
  • Kemudahan dalam melakukan Backup dan recovery untuk antisipasi kehilangan file akibat kecelakaan atau upaya orang lain untuk merusak/ menghancurkan file
  • User dapat mengacu file dengan simbolik (symbolic name) tidak menggunakan penamaan yang mengacu pada perangkat fisik
  • Data dapat disimpan dengan aman dan rahasia pada lingkungan yang sensitif
  • Tampilan antar muka yang user-friendly pada sistem file akan memudahkan penggunanya

Sasaran Manajemen File

Ada beberapa sasaran yang ingin dicapai oleh Manajemen File yang efektif, diantaranya adalah:
  • Untuk memenuhi kebutuhan dari manajemen data bagi user atau operator komputer
  • Memastikan data di dalam file adalah benar
  • Memberikan dukungan berupa masukan (input) dan keluaran (output) berbagai tipe perangkat penyimpanan
  • Meminimalisir atau bahkan menghilangkan potensi kehilangan data atau upaya perusakan data
  • Menyediakan sekumpulan rutin antar muka masukan (input) atau keluaran (output)
  • Memberikan dukungan berupa masukan (input) dan keluaran (output) kepada banyak pengguna (user) pada sistem multiuser

Arsitektur Manajemen File

Biasanya arsitektur manajemen file terdiri dari beberapa bagian, diantaranya adalah:

1. Sistem Akses

Ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara sebuah data yang disimpan pada file dapat diakses.

2. Manajemen File

Ini adalah segala hal yang berkaitan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file. Misalnya; penyimpanan, pengacuan, pemakaian bersama, dan pengamanan.

3. Manajemen Ruang Penyimpanan

Ini berkaitan dengan alokasi ruang untuk penyimpanan file tersebut pada perangkat penyimpanan.

4. Mekanisme Integritas File

Ini berkaitan dengan jaminan informasi pada file yang tidak terkorupsi (corrupt file).


Tipe File Pada Sistem Operasi

Secara umum ada tiga tipe file yang terdapat pada sistem operasi, diantaranya adalah:

1. Regular File

File reguler terdiri dari file teks dan biner. File teks ini berisi barisan teks dalam format txt. Sedangkan file biner berisi ekseskusi (exe) dan juga biner dari berbagai program aplikasi dalam komputer.
File biner berbentuk exe hanya diketahui oleh sistem operasi. Sedangkan biner hasil program aplikasi hanya diketahui oleh program aplikasi yang menggunakan file tersebut.

2. Directory File

File direktori adalah file yang dimiliki oleh Operation System sebuah komputer. File ini berisi semua informasi terkait daftar file yang berada di dalam folder atau direktori.

3. Special File

File spesial adalah nama logik perangkat masukan (input) atau keluaran (output) yang dianggap sebagai file.

Data Pada Manajemen File Sebuah Perusahaan

Dalam manajemen file, ada beberapa hal yang secara mutlak wajib ditata secara rapi, antara lain:
  • Surat penerimaan barang
  • Surat pembayaran barang
  • Berkas surat hutang
  • Surat penjualan barang
  • Surat asuransi
  • Berkars surat pengiriman barang
  • Surat perjanjian, dan lain sebagainya
Meskipun demikian, filing menjadi pekerjaan yang menjemukan dan ribet karena kita diharuskan berhubungan dengan berbagai macam surat-menyurat dan mengelompokkannya secara hati-hati supaya nanti mudah dicari. Beberapa pemilik bisnis memilih untuk berkonsentrasi pada hal-hal krusial, misalnya:
  • Memastikan organisasinya menggunakan teknologi digital dengan baik.
  • Untuk memastikan perusahaannya berhenti ketergantungan pada dokumen fisik berupa kertas, karena hal ini memakan tempat, ribet dan butuh waktu dalam menata dan mencarinya.
  • Memastikan pengelolaan menejemen file ini tertata rapi sehingga waktu tidak dihabiskan pada tugas-tugas operasional saja.

Cara Manajemen File yang Efektif

Dampak bila tidak ada manajemen file adalah tidak adanya keteraturan pada file yang disimpan. Menurut beberapa situs bisnis besar, ada beberapa cara untuk meningkatkan efektifitas filing manajemen, misalnya:

1. Membangun Sistem “Document Filing” dan Juga Penamaannya

Kalau anggota Anda selalu convert file secara manual, baiknya mulai menejemen file dengan pemberian format nama penyimpanan. Anda harus memastikan mereka tahu dimana menyimpan file yang benar.
Sebaiknya pisahkan jenis-jenis surat mulai dari invoice dan file penting lainnya. Pastikan format penyimpanan dokumen ini juga memberikan deskripsi yang cukup supaya tidak pelru membuka satu-satu.

2. Mulai Pikirkan Soal Konversi File Sekaligus

Dengan bertumbuhnya sebuah bisnis, tentu saja Anda akan membutuhkan teknik konversi file yang tepat. Jumlah file yang sangat besar tidak memungkinkan untuk di simpan dalam sebuah lokasi. Anda bisa menggunakan berbagai batch documen conversiona products yang tersedia.

3. Berhenti Menggunakan Converter Gratisan

File converter gratisan biasanya ditujukan untuk kebutuhan personal dan pastinya fiturnya terbatas. Kalau Anda menggunakannya untuk skala besar, tentu saja akan ada banyak masalah yang muncul,seperti:
  • Security – ketika menggunakan fitur gratisan, Anda tidak tahu benar proses konversi benar-benar aman atau tidak.
  • Keterbatasan – Tidak semua tool gratis yang tersedia 100% gratis. Beberapa fitur mengharuskan Anda mengeluarkan uang. Atau kalau pun gratis, akan ada watermark di dokumen Anda.
  • Permasalahan setting dan terbatasnya opsi menu

4. Menguasai Windows Explorer

Umumnya perusahaan menggunakan Windows, nah disini letak permasalahannya. Banyak orang yang kurang menguasai navigasinya.

5. Simpan Data di Lokasi yang Sama

Sisakan satu lokasi penting khusus untuk penyimpanan file. Pengertian manajemen file adalah mengklasifikasikan dan penempatan file dengan benar. Nah, buatlah folder (baca: pengertian folder) spesifik yang memudahkan Anda untuk menemukan file yang diinginkan. Jangan pernah mencampurnya.

6. Menggunakan Shortcuts

Manfaatkan fitur Shortcuts untuk mengakses folder yang paling sering dikunjungi. Ketimbang harus masuk ke folder dalam folder, ini tentu sangat pusing. Hal ini juga bisa mengurangi resiko duplikasi penyimpanan file.

7. Shared Document

Shared document sejenis Dropbox, Google Drive, One drive dan sejenisnya akan memudahkan siapapun untuk menyimpan dan meng-update file dimana pun dan kapan pun tanpa harus repot ke kantor.

Senin, 30 September 2019

Konsep Dasar Sistem Operasi

KONSEP DASAR SISTEM OPERASI

KONSEP DASAR SISTEM OPERASI

Konsep Sistem Operasi
Konsep Sistem Operasi

Definisi menurut American National Student,
Sistem operasi adalah software yang mengontrol eksekusi program komputer dan dilengkapi dengan penjadwalan, penelusuran kesalahan, pengendalian input-output, akunting, kompilasi, penyimpanan, manajemen data dan layanan hubungan.

2. TUJUAN SISTEM OPERASI

Sistem Operasi dimaksudkan untuk memudahkan penggunaan komputer secara efisien. Sistem Operasi mengatur secara optimal sumber daya system computer.

3. SIFAT-SIFAT SISTEM OPERASI

a. Usability ( Kemudahan Pemakaian )
Memudahkan penggunaan, mempunyai desain untuk menyenangkan user (userfreindly).
b. Generality
Memiliki banyak manfaat, sistem operasi dibangun untuk membantu bahkan mempermudah pekerjaan user atau memfasilitasi apa yang ingin user kerjakan.
Fasilitas yang ditawarkan sistem operasi ditandai dengan manfaatnya secara umum. Semua manfaat program harus memperoleh data dan menghasilkan data. Sistem operasi dipergunakan dalam banyak hal.
c. Efficiency
Memiliki fungsi yang cepat, os membuat penggunaan sumber daya lebih optimal.
Sistem operasi dirancang tidak hanya untuk melayani seorang user, tapi juga semua user sebagai group. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan user untuk berbagi sumber daya.
Sumber daya sistem komputer antara lain:
  • Main Storage
  • Satu atau lebih CPU
  • Input/output Device
  • Channel / saluran
  • Media secondary storage
Bilamana CPU menunggu pekerjaan atau main storage kosong, maka OS berkolaborasi dengan user untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya.
d. Visibility
Memiliki banyak kemampuan yang diharapkan oleh user, sehingga mereka mengambil keuntungan maksimal dari sistem operasi.
e. Fleksibilitas
Penyasuaian spesifikasi terhadap kepentingan suatu pekerjaan atau lingkungan. Contoh untuk kelas pelajar, personal, bisnis, atau bahkan untuk profesional.
f. Opacity ( Transparency)
Memiliki ijin penggunaan, sehingga untuk detail fitur tertentu tidak bisa diketahui atau digunakan.
g. Security
Memilki proteksi data dari akses orang yang tidak berhak
h. Integrity
Memiliki proteksi terhdap dirinya sendiri dan user dari sesuatu yang menyebabkan kesalahan
i. Capability
Memiliki kemampuan yang terbatas.
j. Avaibility
Memiliki banyak kelengkapan, fungsi dan waktu.
k. Reliability
Memiliki kemungkinan kegagalan yang jarang terjadi.
l. Serviceability
Memiliki kemampuan memperbaiki sendiri, recovery atau self troubleshooting.
m. Extensibility
Menyediakan input tambahan dan kemudahan dalam modifikasi.

4. KOMPONEN SISTEM OPERASI

Ada dua bagian utama sistem operasi, yaitu:
  • Supervisor atau komponen manajemen
  • Komponen Pendukung

5. SUPERVISOR ATAU KOMPONEN MANAJEMEN

Yaitu bagian dari fungsi sistem operasi yang tugasnya mengontrol keseluruhan lingkungan sistem pemrosesan data.
Fungsi – fungsi yang dikontrol antara lain :
  1. Pengelolaan Pekerjaan, yaitu mengalokasikan sumber daya yang dapat dimintakan prioritas untuk menjalankan program (penjadwalan pekerjaan).
  2. Pengelolaan Tugas, yaitu pengawasan terhadap sumber daya yang tidak dapat dimintakan prioritas menjalankan program.
  3. Pengolahan Data, membantu mengalokasikan storage sampai ke level bawah / file, dan pengawasan semua rutinitas, aktivitas semua input output, termasuk interface ke pemakai, juga pengelolaan ruangan, metode akses atau aluran program, pengelolaan buffer dan perbaikan kesalahan.

6. KOMPONEN PENDUKUNG

Yaitu bagian dari fungsi sistem operasi yang bertugas memelihara data/record, mendukung program tambahan dan dukungan input lainnya.

7. STRUKTUR DASAR SISTEM OPERASI

a. Sistem monolitik
Sistem operasi sebagai kumpulan prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain bila diperlukan. Contoh UNIX.

Kelemahan: 

  • Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tak dapat dipisahkan dan dilokalisasi.
  • Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan.
  • Tidak fleksibel karena komputer sebenarnya tidak memberlakukan seluruh layanan yang disediakan .
  • Kesalahan satu pemrograman pada satu bagian dari satu kernel     menyebabkan matinya seluru sistem.
Keunggulan :
Layanan dapat dilakukan sangat cepat karena terdapat disatu ruang alamat.

b. Sistem berlapis
Sistem operasi dibentuk secara hierarki berdasar lapisan-lapisan dimana lapisan bawah memberi layanan lapisan diatasnya.
Adapun yang dimaksud dengan struktur berlapis yaitu mengurangi kompleksitas rancangan dan implementasi sistem operasi. Tiap lapisan mempunyai fungsi dan interface I/O antara 2 lapisan bersebelahan yang terdefinisi baik.
Contoh :UNIX termodifikasi, venus, THE, OS/2.
Kelemahan :
Fungsi-fungsi SO harus diberikan ketiap lapisan secara hati-hati.

Keunggulan :

  • Memiliki keunggulan rancangan modular, tiap lapis dapat dirancang, dikode dan diuji secara independen.
  • Pendekatan berlapis menyederhanakan rancangan, spesifikasi dan implementasi sistem operasi.

8. TIPE-TIPE SISTEM OPERASI

a. Sistem Batch Processing
Yaitu tipe yang dikarakteristikkan oleh kenyataan bahwa hanya satu program user yang dapat dijalankan komputer dan dikerjakan seluruhnya sampai selesai baru dapat memakai program selanjutnya.
b. Sistem Multi Programming
Yaitu sistem yang mempunyai karakteristik bahwa lebih dari satu proses dapat dijalankan dalam sistem komputasi yang sama pada saat yang sama.
c. Sistem Time Sharing / Multi Tasking
  • Seperti multiprograming hanya waktunya dibatasi.
  • Suatu proses menggunakan CPU dengan waktu tertentu, setelah itu CPU digunakan untuk mengerjakan proses yang lain.
  • Waktu maksimal yang diperlukan untuk menggunakan CPU disebut Quantum Time.
d. Sistem Multi Processing / Tightlycoupled Systems
Yaitu suatu sistem yang memiliki lebih dari satu processor, sehingga mampu menjalankan satu atau lebih program, menggunakan bus, clock, memori, dan peralatan lainnya secara bersama-sama.
Sistem Multi Processing dibagi menjadi 2:
  • Symmetric multiprocesing, yaitu tiap prosesor memiliki sistem operasi yang sama.
  • Assimetric multiprocesing, yaitu suatu prosesor berfungsi sebagai master procesor (mengaur penjadwalan dan mengalokasikan kerja tiap-tiap procesor) sedang procesor lain berfungsi sebagai slave.
e. System Terdistribusi / Loosely Coupled Systems
Yaitu kumpulan prosesor yang tidak menggunakan memori atau clock secara bersama-sama.
Keuntungan: 
  • Pemakaian resource secara bersama-sama
  • Kecepatan komputasi
  • Reabilitas, faktor kegagalan proses dapat diurangi
  • Komunikasi, adanya transfer data dari satu program ke program yang lain.
f. System Real–Time
Yaitu digunakan jika suatu operasi memerlukan ketepatan waktu dari procesor atau aliran data dan sering digunakan sebagai pengontrol terhadap aplikasi-aplikasi tertentu.
Ada dua bentuk sistem real time:
  • Hard real time, yaitu menjamin critical task dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
  • Soft real time, yaitu memberikan prioritas pada critical task dibanding dengan task yang lainnya hingga critical task selesai dikerjakan.

Tentang Saya

Nama : M.Martian Ardiansyah.P
Saya Mahasiswa Universitas Darma Persada


Semoga Bermanfaat

Jenis-Jenis Sistem Operasi Smartphone

Macam Macam Sistem Operasi Smartphone . hai guys, mungkin sebagian besar dari pengguna smartphone di dunia adalah sistem operasi Android,

Tapi tahukah kamu, sebenarnya masih banyak kok sistem operasi yang patut kamu coba. diantaranya adalah IOS, Windows Phone, Blackberry, Symbian, Firefox, Ubuntu Mobile, MeeGo, Palm, WebOS, Bada, dan Tizen.

Banyak juga kan guys, dan mungkin masih ada lagi, tapi saya cuma dapet itu doang . hehehe
oke, kita mulai dari sistem operasi itu sendiri.

- Sistem Operasi (Operating System : OS) adalah komponen pengolah peranti lunak dasar (essential component) tersistem sebagai pengelola sumber daya perangkat keras komputer (hardware), dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak.

Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.

Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi seperti program-program pengolah kata dan peramban web.

Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:


  • Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
  • Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
  • Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna
  • Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
  • Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya.


Berikut ini adalah macam macam sistem operasi smartphone

1. Android
Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android Inc, dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005.

Sistem operasi ini sangat rentan terhadap virus karena berfisat open sources, tapi disisi lain dengan adanya open sources dari Android para pengguna Android dapat memodifikasi sistem operasi ini dengan bebas.

2. IOS 
Ios adalah sistem operasi perangkat bergerak yang dikembangkan dan didistribusikan oleh Apple Inc.
Sistem operasi ini mengedepankan kualitas, mulai dari kontrol privacy yang ketat, simple, model yang elegan dan gaya.

Di iOS terdapat abstraction layers, Core OS layers, Core Service layers, Media layers, Cocoua Touch Layers.

Namun, kelemahan dari sistem operasi ini adalah pilihan perangkatnya yang terbatas pada iPhone, dan bagi banyak orang harga iPhone cenderung lebih mahal.

3. Windows Phone 
Windows Phone adalah keluarga sistem operasi perangkat bergerak yang dikembangkan oleh Microsoft.

Sistem operasi mobile ini dikenal akan kecepatan dan kemudahan dalam berintegrasi dengan perangkat WIndows lainnya.

Namun kekurangan Windows Phone adalah jumlah aplikasi yang masih terbatas, karena banyak aplikasi di Android dan IOS yang tidak akan kita dapatkan di Windows Store.

4. Blackberry
BlackBerry adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Research In Motion untuk perusahaan BlackBerry.

Sistem operasi ini mengutamakan privasi dan keamanannya. Sistem Operasi Blackberry mempunyai menejemen kontak yang akurat serta rapi di banding sistem operasi yang lainnya, dan merupakan sistem operasi yang paling tangguh di pasaran OS

RIM juga merilis apliction store sendiri yang disebut dengan Blackberry App World yang sama dengan Apple. namun kurangnya aplikasi dan antarmuka yang cukup rumit menjadikan memperlambat adopsi.

dan rata rata aplikasi Blackberry jauh lebih mahal dari pada aplikasi iOS dan android, serta Blackberry OS memberikan pengalaman browsing yang lemah.

5. Symbian 
Symbian adalah sebuah sistem operasi dan platform software yang didesain untuk ponsel pintar dan saat ini diawasi oleh Nokia. Platform. Symbian adalah suksesor daripada Symbian OS dan Nokia Seri 60 yang sebelumnya sudah pernah beredar di pasaran

Symbian juga bukanlah sistem operasi yang open source, tetapi karna diperlukan API sehingga banyak pihak developer yang salah meng-artikan bahwa source code nya tidak di distribusikan secara bebas.

Salah satu ke unggulan nya adalah dapat di jalankan dengan multi-tasking. Saat ini Symbian juga sudah sampai pada versi Symbian Belle, yang merupakan versi paling baru dan dapat di temui dalam Nokia 600 dan 700.

6. FireFox 
Mozilla, perusahaan yang mengembangkan aplikasi peramban (browser) Firefox, berencana untuk membuat sistem operasi kode sumber terbuka (open source) untuk perangkat mobile bernama Firefox OS.

Segenap dukungan telah didapatkan Mozilla untuk proyek Firefox OS. Produsen perangkat mobile ZTE dan TCL, yang keduanya berasal dari China,

Mozilla mengatakan, Firefox OS akan menjadi ekosistem mobile yang sepenuhnya terbuka. Dibangun sepenuhnya pada standar web terbuka dan aplikasi yang dikembangkan dengan teknologi HTML5.

Firefox OS akan bersaing dengan Android karena keduanya sama-sama bersifat terbuka (open source) dan bisa digunakan secara gratis oleh vendor ponsel

FireFox OS adalah sistem operasi mobile yang bebas dari teknologi ekslusif saat ini menjadi platform yang kuat yang memberikan pengembang aplikasi kesempatan untuk menciptakan produk unggulan Selain itu, Firefox OS fleksibel dan cukup mampu membuat pengguna bahagia

7. Ubuntu Mobile 
Linux adalah turunan Debian yang dikembangkan oleh Canonical Ltd, Ubuntu Phone OS sendiri dikembangkan oleh Ubuntu dengan tujuan untuk memberikan pengguna ponsel pengalaman yang mirip dengan Ubuntu versi desktop

Ubuntu Phone OS sudah diumumkan sejak tanggal 2 Januari 2013 lalu di situs resmi Ubuntu, Ubuntu Phones OS menggunakan kernel yang mirip dengan Android sehingga Ubuntu Phone OS dapat diinstal pada smartphone yang sejenis dengan mudah oleh para vendor ponsel.

Satu hal yang menarik dari Ubuntu Phone OS adalah ponsel yang menggunakan sistem operasi ini akan dapat berubah menjadi mode desktop secara utuh ketika ponselnya terhubung ke docking station

Ketika ponsel terpasang pada perangkat docking station tersebut, pengguna dapat menggunakan semua fitur Ubuntu secara lengkap.

Ubuntu Phone OS juga memiliki fungsi multitasking untuk mempermudah pengguna dalam mengakses aplikasi yang sebelumnya dijalankan

Bagi para pengembang aplikasi, mengembangkan aplikasi di Ubuntu Phone OS dikabarkan akan cukup mudah karena pengembangan aplikasi di Ubuntu OS dapat menggunakan Qt maupun HTML5 yang sudah cukup dikenal oleh para pengembang aplikasi.

Ubuntu pun juga sudah mempersiapkan situs bagi para pengembang aplikasi untuk mencoba membuat aplikasi di Ubuntu Phone OS walaupun saat ini masih belum banyak informasi yang disajikan.

8. MeeGo 
MeeGo adalah sebuah sistem operasi open source yang berbasis Linux dan ditargetkan untuk pasar genggam(mobile), biarpun penggunaannya bisa digunakan juga untuk alat elektronik yang lebih besar seperti netbook, tablet, laptop, smartTV, dan lainnya.

Meego OS merupakan OS barudan di perkenalkan pada Mobile World Congress tahun 2010 dan yang memperkenalkan adalah Intel dan Nokia

OS ini merupakan penyempurnaan dari OS Maemo berkolaborasi dengan Intel, OS MegGo dan OS Android keduanya merupakan platfon baru untuk system operasi ponsel, kedua system tersebut running dengan linux jadi sama-sama open source.

MeeGo menyediakan dukungan untuk ARM dan prosesor Intel x86 dengan SSSE3 diaktifkan [ dan menggunakan btrfs sebagai sistem file default.

9. Palm 
Palm OS (juga dikenal sebagai Garnet OS) adalah suatu sistem operasi mobile awalnya dikembangkan oleh Palm, Inc untuk asisten digital pribadi (PDA) pada tahun 1996. Palm OS dirancang untuk kemudahan penggunaan dengan user interface touchscreen-berbasis grafis

Hal ini disediakan dengan suite aplikasi dasar untuk manajemen informasi pribadi. Kemudian versi dari OS telah diperluas untuk mendukung smartphone. Beberapa lisensi yang lain diproduksi perangkat didukung oleh Palm OS.

Kelebihan Palm OS dibandingkan dengan sistem operasi lainnya adalah Palm memiliki kebutuhan sistem yang sedikit dan cepat sehingga tidak dibutuhkan perangkat PDA yang canggih dan mahal,
dan tidak memerlukan banyak memory untuk dapat menjalankannya dengan baik.

Sedangkan kelemahan Palm OS yaitu tidak memiliki media penyimpanan eksternal/tambahan, walaupun bisa diisi sebuah program, Software maupun Aplikasi tetapi tidak bisa di instal dengan kapasitas yang banyak karena hanya keterbatasan memori.

10. WebOS 
WebOS HP adalah sistem operasi yang dimiliki oleh HP (Hewlett-Packard yang berbasis kernel Linux, awalnya dikembangkan oleh Palm, yang kemudian diakuisisi oleh Hewlett-Packard. Nama resmi adalah WebOS, uncapitalised, tapi WebOS juga digunakan.

WebOS diperkenalkan oleh Palm pada Januari 2009. Berbagai versi dari webOS telah ditampilkan di beberapa perangkat, termasuk Pra, Pixi, dan Veer ponsel dan tablet TouchPad HP

WebOS menggunakan pendekatan berbasis cloud bukan menggunakan klien sync desktop, tetapi berbagai pihak ketiga klien sinkron yang tersedia.

Versi pertama dari webOS dikirimkan dengan kemampuan untuk melakukan sinkronisasi dengan perangkat lunak Apple iTunes dengan menyamar sebagai perangkat Apple,
namun fitur ini dinonaktifkan oleh pembaruan perangkat lunak berikutnya dari Apple.

11. BADA 
Bada merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Samsung Electronics yang digunakan pada ponsel low end dan smart phone.

Bada bukan berbasis Linux atau Java seperti Android, tapi RTOS, tapi bada bisa berjalan di Linux
Pertama kali Samsung mengumumkan platform Bada pada tanggal 10 november 2009.

Setelah pengumuman itu, smartphone Bada pertama kali adalah Samsung Wave S8500 yang pertama kali ditampilkan dalam acara Mobile World Congress 2010 di Barcelona pada bulan Februari 2010.

Aplikasi web Bada akan mengabungkan HTML5, JS Framework dan WAC 2.0 . Ada lebih dari 80 API yan dapat memberikan kegunaan lebih banyak dan keuntungan yang lebih besar.
terdapat juga peningkatan dalam fungsi keamanan seperti I/O dan DRM.

12. Tizen 
Tizen sebelumnya adalah sistem operasi dengan nama Meego yang merupakan gabungan dari Intel Mobilin dan Nokia Maemo.

Namun karena Nokia memutuskan untuk lebih fokus ke sistem operasi Windows Phonenya maka Meego pun ditinggalkan dan kini diganti dengan nama Tizen yang kini tengah diusung alah satu vendor ponsel terbesar yakni Samsung.

OS Tizen merupakan sistem operasi yang diusung oleh Samsung bekerjasama dengan Linux Foundatiion. berakar dari sistem operasi komputer Linux yang bersifat open source,

dimana penggunanya dapat mengotak-atik sistem nya sesuai dengan kebutuhan ponsel itu sendiri. Sifat OS Tizen ini sama dengan OS Android dari Google. Namun sistem operasi ini diprediksi akan menyaingi Android dan  iOS

Samsung kini mulai mengaplikasikan OS Tizen ini pada perngkat buatannya. Pada 3 Juni 2014, Samsung telah resmi mengenalkan smartphone pertamanya bertajuk Samsung Z dengan OS Tizen pada ajang Tizen Developer Conference di San Francisco, Amerika Serikat.


Itu dia pembahasan tentang Macam Macam Sistem Operasi Smartphone , semoga kamu sekarang bisa menentukan smartphone yang cocok untuk dipilih berdasarkan sistem operasinya..
Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih telah Berkunjung.